Zhernia's_niar

Just another WordPress.com weblog

MAKALAH OLAHRAGA ADAPTIF

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehantan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek Kebugaran Jasmani, keterampilan gerak, keterampilan social, stabilitas emosional,pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Pendidikan Jasmani Olahraga yang diperuntukan untuk sekolah luar biasa tidaklah sama dengan sekolah pada umumya. Para penyandang cacat perlu disikapi dan mendapat perhatian serius agar mereka dapat dioptimalkan potensinya secara wajar.
Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Sumber Dharma sebagai suatu lembaga dibidang Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sekolah ini diperuntukkan untuk Tuna Grahita yang memiliki indikator keterhambatan kecerdasan secara umum dibawah rata-rata, perilaku adaptif, tidak hanya pelajaran tetapi olahraga di lapangan juga. Penyandang cacat Tuna Rungu perlu disikapi dan mendapat perhatian serius agar mereka dapat dioptimalkan potensinya secara wajar terutama dalam bidang olahraga.
Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sebuah pengajaran yang khusus yang nantinya mampu digunakan oleh guru-guru pembimbing dalam melakukan proses pengajaran Pelatihan Olahraga SDLB Sumber Dharma. Dimana pelatihan ini dirancang sedemikian rupa sehingga mampu diopraktekkan oleh guru-guru pembimbing dengan mudah.
1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana konsep dasar dari pembelajaran di SDLB Sumber Dharma Malang?
2. Bagaimana hasil pelaksanaan saat berada di SDLB Sumber Dharma?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui konsep dasar dari pembelajaran di SDLB Sumber Dharma Malang?
2. Mengetahui hasil pelaksanaan saat berada di SDLB Sumber Dharma?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Sekolah
Sekolah Luar Biasa
Sekolah Luar Biasa adalah suatu wadah untuk menumbuhkembangkan semua potensi kemanusiaan peserta didik luar biasa baik yang menyandang ketunaan maupun yang dikaruniai keunggulan (berkebutuhan khusus) secara optimal dan terintegrasi agar bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
2.2 Tuna Grahita
Tunagrahita merupakan kata lain dari Retardasi Mental (mental retardation). Tuna berarti merugi.Grahita berarti pikiran. Retardasi Mental berarti terbelakang mental. Tuna grahita mengacu pada fungsi intelektual umum yang secara signifikan berada di bawah rata-rata normal. Bersamaan dengan itu hal tersebut tuna grahita juga mengalami kekurangan dalam tingkah laku dan penyesuaian terhadap lingkungan.
Pengertian Tunagrahita menurut American Asociation on Mental Deficiency/AAMD dalam B3PTKSM (1992:22) sebagai berikut: yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (Sub-average), yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes; yang muncul sebelum usia 16 tahun; yang menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif.
Sedangkan pengertian Tunagrahita menurut Japan League for Mentally Retarded dalam B3PTKSM (1992:.22) sebagai berikut: Fungsi intelektualnya lamban, yaitu IQ 70 kebawah berdasarkan tes inteligensi baku.Kekurangan dalam perilaku adaptif. Terjadi pada masa perkembangan, yaitu anatara masa konsepsi hingga usia 18 tahun. Pengklasifikasian/penggolongan Anak Tunagrahita untuk keperluan pembelajaran menurut American Association on Mental Retardation dalam Special Education in Ontario Schools (p. 100)
A. Klasifikasi Tuna Grahita
Menurut Aura CMS Tuna Grahita dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu:
1. EDUCABLE
Anak pada kelompok ini masih mempunyi kemampuan Dalam akademik setara dengan anak regular pada kelas 5 Sekolah dasar.
2. TRAINABLE
Mempunyi kemampuan dalam mengurus diri sendiri . pertahanan diri,dan penyesuaian sosial sangat terbatas kemampuannya untuk mendapat pendidikan secara akademik.
3. CUSTODIA
Dengan pemberian latihan yang terus menerus dan Khusus. Dapat melatih anak tentang dasar –dasar cara menolong diri sendiri dan kemampuan yang bersifat komunikatif.

Penggolong tunagrahita untuk keperluan pembelajaran sebagai berikut:
1. Taraf perbatas dalam pendidikan disebut sebagai lamban Belajar dengan lQ 70-85.
2 Tunagrahita mampu didik dengan iQ 50-75 atau 75.
3. Tunagrahita mampu latih lQ 30 50 atau iQ 35-55.
4.Tunagrahita butuh rawat dengan lQ dibawah25 atau 30
Penggolongan tunagrahita secara medis –biologis sbb:
1. Tunagrahita tarat perbatasan (lQ:68 85).
2. Tunagrahita ringan (lQ:36-51).
3. Tunagrahita sedang (lQ:36-51)
4. Tunagrahita sangat berat (lQ:kurang dari 20 ):dan
5. Tunagrahita tak tergolongkan.
Penggolongan anak Tunagrahita secara sosial-psikologis
Berdasarkan kriteria psikometrik yaitu:
1. Tunagrahita ringan (mild mental retardation )=lQ 55-69.
2. Tunagrahita sedang (moderate mental retardation)dengan.lQ 40- 54
3. Tunagrahita berat (severse mental retardation)dengan lQ :20-39.
4. Tunagrahita sangat berat (profound mental retardation)dengan lQ 20 kebawah.

Penyebab Tuna Grahita
Penyebab Tuna Grahita secara umum sebagai berikut :
1. Infeksi dan/atau intoxikasi
2. Rudapaksa dan/atau sebab fisik lain
3. Gangguan metabolisme, pertumbuhan gizi atau nutrisi
4. Penyakit otak yang nyuata (kondisi setelah lahir/post natal)
5. Akibat penyakit atau pengaruh sebelujm lahir (pre-natal) yang tidak diketahui.
6. Akibat kelainan kromosommal.
7. Gangguan saat kehamilan (gestational disorders)
8. Gangguan pasca psikiatrik/gangguan jiwa berat (post –psychiatrik disorsers)
9. Pengaruh lingkungan
10. Kondisi-kondisi lain yang tak tergolongkan.
B. Usaha Pencegahannya
1. Diagnostik prenatal
2. Imunisasi
3. Tes darah
4. Pemeliharaan Kesehatan
5. Sanitasi Lingkungan
6. Penyuluhan Genetik
7. Tindakan Operasi
8. Program Keluarga Berencana
9. Intervensi Dini
D. Bagaimana Karakteristik Anak tunagrahita
1. Lamban dalam mempelajari hal-hal yang baru
2. Kesulitan dalam mengeneralisasi dan mempelajari hal-hal yang baru.
3. kemampuan bicaranya sangat kurang bagi anak tunagrahita berat.
4. Cacat fisik dan perkembangan gerak.

BAB III
PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN

3.1 PENYAJIAN DATA
1. Gambaran Umum SDLB Sumber Dharma Malang
SDLB Sumber Dharma Malang berdiri pada tahun 2000. Sekolah ini membuka 2 kelas yakni: Tuna Grahita dan Tuna Rungu, juga memilki 6 ruang kelas. Juga memiliki ruang guru, ruang TU, kepala sekolah dll. Gedung sekolah ini berdiri di alamat Jalan Candi Jago no.26 Malang. Kegiatan olahraga di SDLB ini dilakukan pada hari Sabtu pada pukul 07.30-09.00 WIB.
Peralatan olahragapun cukup terbatas, memilki beberapa bola plastik yang digunakan untuk bermain bola sepak, juga ada 5 buah raket beserta 2 pack cock dan netnya. Untuk lapangan olahraga SDLB masih menumpang pada suatu Universitas swasta yakni STIE Malang Kuececwara.
2. Laporan Kegiatan
Selama penulis melakukan observasi mulai dari tanggal 6 Maret – 3 April 2010, penulis melaksanakan kegiatan sebagai berikut:
1. Pengenalan Lingkungan SDLB Sumber Dharma
2. Merancang model pengajaran
3. Merencanakan pembuatan model pengajaran
4. Mengerjakan dan menyelesaikan tugas dari SDLB Sumber Dharm
5. DAFTAR KEGIATAN SAAT OBSERVASI

No Minggu ke- Tempat Acara Kegiatan Pemateri Jumlah Siswa
1.

2.

3.

4.

5.

6. Pertama 6/4/2010

Kedua
13/4/2010

Ketiga
20/4/2010

Keempat
27/4/2010

Kelima
3/5/2010

– Lapangan terbuka
– Areal STIE

– Lapangan STIE

– Lapangan Basket

– Lapangan STIE
– Kelas
– Lapangan STIE

– Lapangan voli

– Kelas
– Lapangan STIE
– Lapangan Voli

– Lapangan STIE
– Lapangan Voli – Pemanasan
– Sepak bola
– Jalan-Jalan
– Badminton
– Pemanasan
– Sprint test
– Badminton
– Basket
– Sepakbola
– Memberi materi kelas
– Pemanasan
– Sprint
– Badminton
– Sepakbola
– Memberi materi kelas
– Pemanasan
– Badminton
– Sepakbola
– Pemanasan
– Sepakbola
– Badminton
– Jalan-Jalan Soba,Agung,Wulan, Yeni

Soba,Agung,Wulan, Yeni

Soba,Agung,Wulan,

Agung,Wulan, Yeni
Soba,Agung,Wulan, Yeni

1. Permasalahan yang berkaitan dengan observasi
a. Identifikasi Masalah
Selama penulis mengadakan pengamatan di SLDB Sumber Dharma Malang, penulis mengidentifikasi masalah yaitu:
– Belum maxsimal pengajaran olahraga yang ada di SDLB
– Kurang berfungsi secara baik peralatan olahraga di SDLB
– Kurangnya aprisiade pengajar-pengajar saat olahraga dilapangan dan tidak sesuai dengan kurikulum
b. Sebab Masalah
Penyebab dari masalah tersebut dikarenakan
– Kurangnya tenaga pengajar olahragadi SDLB
– Kunci tempat penyimpanan alat-alat olahraga hanya dipegang oleh salah satu guru pengajar saja
– Kurangnya ilmu olahraga baik secara teori ataupun praktek dalam aplikasi olahraga
c. Akibat Masalah
Akibat dari masalah tersebut adalah
– Para murid-murid tidak mendapatkan sesuatu yang seharusnya mereka dapatkan
– Kegiatan dilapangan menggunakan fasilitas seadanya
– Muri-murid hanya melakukan kegiatan olahraga yang diketahui oleh para pengajar
d. Alternatif Pemecahan
Masalah alternatif pemecahan masalah adalah dengan
– Penulis mencoba membantu dalam aplikasi olahraga dilapangan sesuai dengan teoti dan praktek yang di dapat dari perkuliahan
– Penulis mencoba membantu dengan membawa peralatan olahraga pribadi yang dimiliki untuk berjalannya kegiatan dilapangan
– Penulis mencoba membantu dalam aplikasi olahraga dilapangan sesuai dengan teoti dan praktek yang di dapat dari perkuliahan.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Setelah melaksanakan observasi selama 1bulan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengolahan dan pengajaran di bidang olahraga di SDLB Sumber Dharma Malang masih belum maximal dan belum sesuai kaidah/kurikulum Sekolah Luar Biasa.
2. Kinerja pengajaran dalam penerapan olahraga dilapangan dirasa masih kurang baek karena ad beberapa factor penghambat misalkan kurangnya sarana dan prasarana

4.2 Saran
Dari uraian kesimpulan diatas, penulis memberikan saran untuk meninggkatkan pengajaran dan kinerja dalam aplikasi olahraga dilapangan di SDLB Sumber Dharma agar merubah pengajaran yang digunakan dengan pengajaran yang sesuai dengan kurikulum dan keterbatasan murid.
Oleh karena kurikulum yang sesuai di SDLB Sumber Dharma Malang diharapkan dapat mempermudah penyerapan informasi muri-murid yang mengalami keterbatasan. Diharapkan program ini dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDLB Sumber Dharma Malang

May 31, 2010 - Posted by | Kuliah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: