Zhernia's_niar

Just another WordPress.com weblog

ANOREXIA NERVOSA

Anorexia nervosa
Anorexia nervosa adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan kelaparan secara sukarela dan stres dari melakukan latihan. Anorexia nervosa merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal, sosiologikal, dan fisiologikal. Seseorang yang menderita anorexia disebut sebagai anoreksik atau (lebih tidak umum) anorektik. Istilah ini sering kali namun tidak benar disingkat menjadi anorexia, yang berarti gejala medis kehilangan nafsu makan Anorektik dapat juga menunjuk ke obat penahan nafsu.
Anorexia” dan “Bulimia Nervosa”
Gizi.net – Korban masalah gangguan pola makan atau yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai eating disorder sudah banyak sekali, dari kelompok selebriti sampai orang biasa. Kalau enggak diobati secara serius, gangguan pola makan bisa mengakibatkan korban jiwa. Remaja, terutama remaja putri, termasuk kelompok yang rentan terhadap gangguan ini. Mungkin karena remaja berusaha untuk “gaul” dan cenderung menjadi korban mode yang menuntut seseorang langsing cenderung kurus.
Seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan pola makan apabila ia terobsesi dengan pengaturan makanan dan berat badannya. Mereka melakukan hal-hal yang ekstrem untuk menjaga berat badannya. Ada dua gangguan pola makan, anorexia dan bulimia nervosa.
Walaupun belum diketahui secara pasti, ada berbagai teori yang menjelaskan penyebab kedua gangguan ini.

Salah satu teori menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena cewekcewek merasa sangat tertekan dengan “kewajiban” untuk tampil langsing seperti yang dimunculkan oleh televisi dan majalah. Teori yang menunjuk adanya gangguan pada sebagian fungsi otak yang berkaitan dengan body image.

“Bulimia nervosa”

Penderita bulimia nervosa makan dalam jumlah sangat berlebihan (menurut riset, rata-rata penderita bulimia nervosa mengonsumsi 3.400 kalori setiap satu seperempat jam, padahal kebutuhan normal hanya 2.000-3000 kalori per hari). Kemudian berusaha keras mengeluarkan kembali apa yang telah dimakannya, dengan cara memuntahkannya kembali atau dengan menggunakan obat pencahar. Di antara kegiatan makan yang berlebihan itu biasanya mereka berolahraga secara berlebihan.

Biasanya penderita tidak langsung ketahuan oleh orang lain bahwa ia menderita penyakit ini, karena berat badannya normal dan tidak terlalu kurus. Karena tidak ketahuan sehingga tidak ditangani dokter, penyakit yang sering berawal ketika seseorang masih berusia remaja ini dapat berlangsung terus sampai ia berusia empat puluhan sebelum ia mencari bantuan.

Banyak penderita bulimia memiliki berat badan yang normal dan kelihatannya tidak ada masalah yang berarti dalam hidupnya. Biasa mereka orang-orang yang kelihatan sehat, sukses di bidangnya, dan cendrerung ferfeksionis.

Namun, di balik itu, mereka memiliki rasa percaya diri yang rendah dan sering mengalami depresi. Mereka juga menunjukkan tingkah laku yang kompulsif, misalnya, mengutil di pasar swalayan, atau mengalami ketergantungan pada alkohol atau lainnya.

Seseorang dikatakan mengalami bulimia nervosa apabila ia mengalami semua tanda berikut ini:

Berulang-ulang makan dalam jumlah sangat banyak (rata-rata dua kali dalam seminggu selama sedikitnya tiga bulan)

Merasa tidak dapat mengontrol dirinya ketika sedang makan.

Secara teratur menggunakan obat-obatan untuk mencegah berat badannya naik, seperti obat perangsang muntah, obat pencahar, berpuasa atau berdiet ketat, atau berolahraga secara berlebihan

Sangat mencemaskan bentuk dan berat badannya.

Makan dalam jumlah berlebihan secara sekaligus dapat merusak keseimbangan mineral tubuh seperti sodium dan potasium. Hal ini menyebabkan rasa lelah, berdebar-debar, detak jantung yang tidak teratur, dan tulang keropos. Muntah berulang-ulang dapat merusak lambung dan saluran esophagus (saluran yang membawa makanan ke lambung) karena memaksa lambung berkontraksi secara tidak wajar. Selain itu, asam lambung yang keluar bersama muntah membuat gusi menyusut dan mengikis email gigi. Dampak yang lain adalah timbulnya ruam di kulit, pecahnya pembuluh darah di muka dan menstruasi yang tidak teratur.

“Anorexia nervosa”

Berbeda dengan penderita bulimia yang makan dalam jumlah berlebihan kemudian berusaha membuangnya, penderita anorexia nervosa makan dalam jumlah sangat sedikit dan berolahraga berlebihan untuk menjaga berat badan. Tanda-tanda yang dialami penderita anorexia adalah sebagai berikut:

Menolak untuk mempertahankan berat badan normal dan cenderung selalu ingin lebih kurus.

Selalu ketakutan berat badannya akan naik walaupun kenyataannya berat badannya turun terus.

Berhenti menstruasi tiga bulan berturut-turut atau lebih padahal tidak hamil.

Anorexia pada umumnya mulai diderita seseorang pada usia remaja, walaupun bisa juga mulai muncul ketika anak berusia lima tahun atau pada orang tua berusia 60-an tahun. Gejala anorexia bisa bermacam-macam tergantung individu yang menderitanya.

Penyakit ini dapat bolak-balik membaik kemudian memburuk, tetapi bisa juga makin lama makin buruk tanpa ada tanda-tanda perbaikan sama sekali.

Selain berolahraga secara berlebihan, penderita anorexia biasanya punya kebiasaan makan yanag aneh, seperti menyisihkan makan di piringnya dan memotong-motongnya menjadi bagian-bagian kecil, mengunyah lambat-lambat, serta menghindari makan bersama keluarga. Mereka menganggap kulit dan daging pada tubuh mereka sebagai lemak yang harus dimusnahkan. Tidak adanya lemak di tubuh membuat penderita anorexia merasa tidak nyaman ketika duduk ataupun berbaring (saking kurusnya). Selain itu mereka sulit tidur. Dengan berlanjutnya penyakit ini, penderita mulai suka menyendiri dan menarik diri dari teman dan keluarga.

Tubuh penderita bereaksi terhadap kondisi ini dengan cara menghentikan beberapa proses. Tekanan darah menurun drastis, napas melemah, pada wanita menstruasi terhenti (atau pada anak yang menginjak dewasa, mungkin menstruasi terhenti (atau pada anak yang menginjak dewasa, mungkin menstruasi tidak dimulai sama sekali), dan kelenjar tiroid yang mengatur pertumbuhan menghilang. Kulit mengering, rambut, dan kuku menjadi rapuh.

Gejala lain yang timbul adalah pusing, kedinginan, sembelit, serta pembengkakan sendi.

Kekurangan lemak menyebabkan temperatur tubuh menurun. Sebagai mekanisme alam, tumbuh lanugo atau rambut di seluruh tubuh termasuk wajah. Selain itu, ketidakseimbangan zat kimia dalam tubuh juga dapat menyebabkan serangan jantung.

Pengobatan

Baik dalam kasus bulimia maupun anorexia diperlukan penanganan dini, karena penanganan yang terlambat mempersulit pengobatan. Biasanya, keluarga pasien akan diminta bantuan dalam perawatan, seperti terapi dapat berlangsung setahun atau lebih, bisa dilakukan sendiri di rumah bersama keluarga atau untuk kasus yang parah dengan rawat inap di rumah sakit.

Kalau ada teman atau saudara yang kita pikir menderita penyakit ini, segera ajak mereka ke dokter. Tetapi ingat, tekankan bahwa kita memang peduli dan tunjukkan sikap yang tidak menghakimi. Kalau kamu sendiri menderita, ingatlah bahwa kamu tidak sendiri. Bahwa ini adalah masalah kesehatan dan kamu memerlukan bantuan dokter. Sebagai langkah awal, bicaralah pada orang tua, dokter keluarga, atau guru BP. Makin cepat dapat bantuan, makin besar kesempatan untuk sembuh total. (Guntoro Utamadi, PKBI Pusat)

Sumber : Kompas, Jumat, 26 Oktober 2001

ENERGY DRINK
Minuman energi (‘Energy Drink’) telah lama dikenal. Istilah ini sebenarnya tidak begitu tepat, karena hanya didasarkan pada komposisi minuman tersebut yang mengandung ‘kafein’ dan beberapa multivitamin lain. Tercatat beberapa merek beredar dalam berbagai kemasan mulai dari sachet, kalengan, sampai botolan. Meskipun mempunyai merek berbeda-beda, komposisi yang dikandungnya ternyata tidak (jauh) berbeda.
Taurin
Taurin dikenal juga sebagai asam 2-aminoetana sulfonat, awalnya diisolasi dari empedu sapi jantan pada tahun 1827. Saat ini taurin sudah dapat dibuat secara sintetis. Nah, yang terkandung dalam minuman energi ini sebagian besar merupakan taurin sintetis. Taurin seolah larutan ajaib yang melahirkan sejumlah efek dalam metabolisme yaitu sebagai penghambat neurotransmiter dan sebagai bagian dari pengemulsi asam empedu, asam kenodeoksikloat. Konjugasi taurin dengan asam empedu memberikan efek signifikan untuk melarutkan kolesterol dan juga meningkatkan ekskresinya. Taurin juga berhubungan dengan sejumlah fungsi lain (mekanisme terjadinya belum diketahui pasti), yaitu sebagai antioksidan melawan penuaan dan potensial untuk keseimbangan denyut jantung.
Akan tetapi, taurin sebenarnya tidak begitu diperlukan oleh tubuh karena tubuh kita mampu menyintesisnya dari asam amino metionin atau sistein, dan piridoksin. Pada saat perkembangan, taurin memang diperlukan. Itu sebabnya, taurin ada dalam jumlah banyak dalam susu murni. Secara alami, taurin ditemukan di telur, daging, dan ikan.
Glukuronolakton
Rumor di internet mengklaim bahan ini yang menyebabkan tumor otak. Sesungguhnya, ini tidak benar. Bahan ini dipercaya mampu melawan kelelahan dan meningkatkan kebugaran, tapi bukan lantas membuat Anda menjadi seekor banteng. Tampaknya, bahan ini lebih empuk menjadi rumor untuk mematikan pesaing pasar. Oleh karena itu, sebagian besar produsen mengambil jalan aman untuk tidak memasukkan dalam komposisi minuman energi.
Kafein
Hampir semua minuman energi mengandung 50 mg kafein. Sebagai perbandingan, 1 sendok kopi biasa dapat mengandung sekitar 75-100 mg kafein. Nah, disinilah ‘jualan’-nya minuman energi. Konsumsi kafein dalam jumlah normal diyakini mampu meningkatkan konsentrasi dan kecepatan reaksi panca indera, mempercepat daya pikir, mengurangi rasa lelah, memperbaiki status emosi, dan melipatgandakan proses metabolisme-mirip efek ’saudara jauhnya’ kokain. Selain itu, kafein juga dapat dipergunakan sebagai pereda rasa nyeri (pain killer). Tidak jarang, dokter menyantumkannya dalam resep obat racikan.
Akan tetapi, konsumsi kafein harus hati-hati pada orang dengan gangguan lambung. Kafein dapat meningkatkan asam lambung. Kondisi ini akan memperparah dan memperlambat proses penyembuhan tukak lambung. Orang dengan hipertensi dan berpenyakit jantung juga sebaiknya menghindari minum kopi. Meskpun demikian, pengaruh kafein sangat tergantung kepada tingkat sensitifitas seseorang. Ada orang yang tidak tahan sama sekali terhadap kafein, sehingga setelah minum kopi jantung menjadi berdebar-debar. Tapi, ada juga orang yang dapat minum lebih dari 5 cangkir kopi sehari tanpa keluhan.
Glukosa
Kebanyakan minuman energi mengandung glukosa (dekstrosa). Secara alami glukosa terdapat dalam buah anggur, oleh karenanya sering disebut gula anggur. Glukosa merupakan karbohidrat yang mampu menghasilkan energi dari makanan. Nah, dalam konteks inilah istilah ‘energy drink’ menjadi lebih tepat. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori energi per gram. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.
Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi.
Selain glukosa, ada minuman energi yang mengandung madu (Mel depuratum). Madu sebenarnya merupakan hasil penggetahan gula sakarida yang dikumpulkan dalam indung madu oleh lebah. Madu terbentuk dengan cara inversi sukrosa yang dikumpulkan oleh lebah dari nektar bunga. Madu sebagian besar berisi campuran fruktosa dan glukosa. Adanya fruktosa ini yang menyebabkan madu lebih manis daripada gula sukrosa.
Inositol
Karbohidrat yang ditemukan pada daging binatang (oleh karenanya disebut disebut ‘gula daging’). Inositol terbukti menjadi obat ajaib yang secara signifikan mengurangi depresi, serangan panik, agorafobia, dan gangguan obsesif konvulsif. Itu mungkin yang membuatnya dianggap efektif sebagai pelawan kanker. Tapi efek tersebut hanya berguna dalam dosis yang besar. Alih-alih menjadi pemain dalam minuman energi (Anda perlu minum sebanyak 360 botol sehari untuk mendapatkan keuntungannya), inositol mungkin memerlukan sebuah minuman untuk dirinya sendiri.
Lisin
Lisin (lysine) merupakan asam amino penyusun protein yang dalam pelarut air bersifat basa, seperti juga histidin. Lisin tergolong esensial bagi manusia dan kebutuhan rata-rata per hari adalah 1- 1,5 g. Lisin menjadi kerangka bagi niasin (vitamin B1). Lisin juga dilibatkan dalam pengobatan terhadap penyakit herpes.
Kolin
Meskipun bukan nutrien esensial bagi tubuh, kolin (choline) penting sebagai komposisi utama membran sel normal serta menjaga keutuhan membran sel dalam proses-proses biologi, seperti aliran informasi, komunikasi intrasel, dan bioenergi. Selain itu, kolin juga dapat membantu fungsi normal otak melalui pembentukan neurotransmiter asetilkolin, yaitu bentuk senyawa kolin yang sangat berperan pada fungsi otak.
Ada 3 bentuk kolin yaitu kolin bitartat, kolin sitrat, dan kolin klorida. Yang terkandung dalam minuman energi hanya kolin bitartat. Nah, bentuk kolin ini sebenarnya tidak efektif. Akan tetapi, kombinasi kolin dengan bahan yang lain seperti karnitin mampu meningkatkan kemampuan mengurangi lemak tubuh. Pada penelitian terhadap binatang, kombinasi kolin, karnitin, dan kafein mampu mengurangi lemak tubuh secara signifikan.
Vitamin B
Niasin (vitamin B3), berfungsi meningkatkan HDL (kolesterol ‘baik’) yang mencegah pembentukan trigliserida, menjadikannya sebagai obat kolesterol yang baik. Sayangnya, keuntungan ini seimbang dengan efek samping yang dapat menyerang kepala Anda (niacin flush).
Piridoksin (vitamin B6) berperan pada lebih dari 100 reaksi enzim dalam tubuh. Selain itu, vitamin B6 berhubungan dengan metabolisme asam amino dan protein. Vitamin B6 juga terlibat dalam produksi hemoglobin dan neurotransmitter seperti serotonin. Monosodium glutamat (MSG) yang terkandung dalam bumbu masak biasanya memerlukan vitamin ini dalam proses metabolismenya dalam tubuh.
Kobalamin (vitamin B12) disintesis hanya dalam mikroorganisme sehingga tidak terdapat dalam tanaman. Vegetarian akan rentan kekurangan vitamin ini. Di dalam minuman energi vitamin ini dalam bentuk sianokobalamin.
Natrium Sitrat
Selain dipergunakan sebagai bahan pengawet, natrium sitrat juga membantu mengubah glukosa menjadi asam laktat selama latihan, menghasilkan efek terukur pada penampilan atlet. Sekurang-kurangnya, dia mampu memotong waktu beberapa detik dalam sebuah lomba lari marathon.

PERKEMBANGAN ANAK
V. Perkembangan Psikoseksual
a. Tinjauan (Freud)
1. Periode latensi, yang terjadi dari usia 5 sampai 12 tahun, menunjukkan tahap yang relatif tidak memperhatikan masalah seksual sebelum masa pubertas dan remaja.
2. Selama periode ini, perkembangan harga diri berkaitan erat dengan perkembangan keterampilan untuk menghasilkan konsep nilai dan menghargai seseorang.
b. Perkembangan Seksual
1. Masa praremaja dimulai pada akhir usia sekolah, perbedaan pertumbuhan dan kematangan diantara kedua gender semakin nyata pada masa ini.
2. Pada tahap awal usia sekolah, anak memperoleh lebih banyak pengetahuan dan sikap mengenai seks. Selama masa usia sekolah, anak menyaring pengetahuan dan sikap tersebut.
3. Pertanyaan mengenai seks memerlukan jawaban jujur yang berdasarkan tingkat pemahaman anak.

V. Perkembangan Kognitif
a. Tinjauan (Piaget)
1. Anak berusia antara selama 7 dan 11 tahun berada dalam tahap konkret operasional, yang ditandai denga penalaran induktif, tindakan logis, dan pikiran konkret yang reversibel.
2. Karakteristik spesifik tahap ini antara lain:
a. Transisi dari egosentris ke pemikiran objektif (yi., melihat dari sudut pandang orang lain, mencari validasi, bertanya).
b. Berfokus pada kenyataan fisik saat ini disertai ketidakmampuan melihat untuk melebihi kondisi saat ini.
c. Kesulitan menghadapi masalah yang jauh, masa depan atau hipotesis.
d. Perkembangan berbagai klasifikasi mental dan aktivitas yang di minta.
e. Perkembangan prinsip konservasi (yi., volume, berat, massa, dan angka).
3. Aktivitas yang khas pada anak tahap ini antara lain:
a. Mengumpulkan dan menyortir benda (mis., kartu baseball, boneka, dan kelerang).
b. Meminta / memesan barang-barang menurut ukuran, bentuk, berat, dan kriteria lain.
c. Mempertimbangkan pilihan dan variabel ketika memecahkan masalah.
b. Bahasa
1. Anak mengembangkan pola artikulasi orang dewasa formal pada usia 7 sampai 9 tahun.
2. Anak belajar bahwa kata-kata dapat dirangkai dalam bentuk terstruktur.
3. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan paling penting yang dikembangkan oleh anak.

VI. Perkembangan Moral
Menurut Kohlberg, anak-anak sampai pada tingkat konvensional tahap konformitas peran, biasanya antara usia 10 dan 13 tahun. Mereka mengalami peningkatan keinginan untuk menyenangkan orang lain. Mereka juga mengamati dan untuk beberapa pengembangan, eksternalisasi standar orang lain dan ingin di anggap ”baik” oleh orang-orang yang pendapatnya mereka penting.

VII. Peningkatan Kesejahteraan
a. Umum
Menganjurkan keluarga untuk mengikuti rekomendasi untuk kunjungan perawatan anak sehat, skrining, imunisasi, dan keamanan.
b. Nutrisi
1. Menganjurkan pola makan yang sehat dan membantu membentuk pilihan makanan anak yang positif.
2. Mengingatkan anak dan pemberi asuh mereka untuk membatasi makanan siap saji yang tidak bergizi (junk food).
3. Memberikan penyuluhan tentang dasar-dasar piramida makanan dan bantu anak untuk membedakan antara makanan yang bergizi dan tidak bergizi.
c. Tidur
Menganjurkan keluarga untuk membuat kesepakatan waktu tidur dan memberikan keleluasaan pada malam hari saat liburan sekolah.
d. Pertumbuhan dan Perkembangan
1. Membantu perkembangan perasaan mampu (industry) dengan mendorong perkembangan keterampilan anak disekolah, olah raga, bermain, dan aktivitas lainnya.
2. Konseling keluarga mengenai tindakan keamanan untuk anak yang ditingalkan kedua orang tuanya selama bekerja.
3. Menganjurkan orang tua untuk membatasi waktu nonron TV keluarga.
e. Keluarga
1. Menganjurkan komunikasi terbuka
2. Mengembangkan tanggung jawab dengan tugas-tugas dan keterikatan pada peraturan dan jadwal keluarga.
3. Mendorong pengambilan keputusan dan individualitas. Demikian pula anak mempelajari untuk menerima konsekuensi dari tindakannya sendiri.
4. Menganjurkan orang tua untuk mengetahui teman kelompok sebaya anak. Teman sebaya adalah penting, tetapi anak akan kembali kepada keluarga untuk mendapat dukungan dan persetujuan.
f. Kesehatan
1. Menigkatkan perawatan diri dan kebersihan, termasuk flossing.
2. Memantau anak terhadap masalah perilaku.
g. Bimbingan antisipasi. Mengajarkan anak tentang pubertas dan semua perubahan emosi serta fisik; obat-obatan, alkohol, tembakau; dan pendidikan seks.

PENYULUHAN ANAK DAN KELUARGA

Tindakan keamanan untuk Anak yang Ditinggal di Rumah Tanpa Orang Dewasa
Buatlah daftar nomor telepon darurat dan pastikan anak mengetahi cara menggunakannya.
 Instruksikan anak untuk memberitahu kepada si penelpon bahwa orang tua tidak dapat menerima telepon karena mereka sibuk daripada mengatakan orang tua tidak ada dirumah.
Ajarkan anak tentang pertolongan pertama dan tindakan keselamatan dasar (mis., kebakaran, keselamatan terkait cuaca, dan memasak) yang sesuai.
Buatlah rutinitas setelah pulang sekolah, dan pastikan bahwa anak dapat memahaminya.
Instruksikan anak untuk mengunci setiap pintu dan tidak memperhatikan kunci rumah kepada orang lain.
Pertimbangkan memelihara hewan peliharaan untuk menemani anak.
Pulang ke rumah sesuai rencana. Jika terjadi penundaan yang penting maka telepon rumah anak untuk menghilangkan anisetas.

VIII. Penyakit dan hospitalisasi
a. Tinjauan
1. Stresor meliputi, takut terhadap mutilasi dan kematian, dan perhatian terhadap kesopanan.
2. Anak usia sekolah mengalami kesulitan dengan ketergantungan yang dipaksakan. Mereka mungkin tidak mampu mengekpresikan dirinya secara verbal dan kesadaran diri dapat terganggu dengan adanya perawatan.
b. Reaksi terhadap penyakit
1. Anak usia sekolah menganggap kekuatan dari luar sebagai penyebab penyakit.
2. Mereka menyadari perbedaan tingkat keparahan penyakit. Misalnya, mereka mengetahui bahwa kanker lebih serius daripada sakit flu.
c. Reaksi terhadap hospitalisasi
1. Mekanisme pertahanan utama anak usia sekolah adalah reaksi formasi, suatu mekanisme pertahanan yang tidak disadari, anak menganggap suatu tindakan adalah berlawanan dengan dorongan hati yang mereka sembunyikan. Biasanya, anak menyatakan bahwa mereka berani saat anak merasa sangat ketakutan.
2. Anak usia sekolah dapat bereaksi terhadap perpisahan dengan menunjukan kesendirian, kebosanan, isolasi, dan depresi. Mereka mungkin juga memperhatikan agresi, iritabilitas, dan ketidakmampuan dalam berhubungan dengan saudara kandung dan teman sebaya.
3. perasaan hilang kendali dikaitkan dengan bergantung kepada orang lain dan gangguan peran dalam keluarga.
4. Takut cedera dan nyeri tubuh merupakan akibat dari rasa takut terhadap penyakit, kecatatan, dan kematian.
d. Penatalaksanaan keperawatan.
1. Berikan intervesi umum
a. Motivasi pengungkapan secara verbal.
b. Motivasi perawatan diri.
c. Motivasi interaksi dengan teman sebaya.
d. Beri tahu bahwa anak usia sekolah”boleh” untuk menangis.
e. Berikan informasi faktual, gunakan model untuk mendemonstrasikan konsep atau prosedur.
f. Sediakan benda atau aktivitas pengalih.
2. Berikan kenyamanan fisik dan intervensi yang aman.
a. Beri anak usia sekolah kesempatan untuk mengendalikan seluruh fungsi tubuhnya.
b. Bantu perkembangan keterampilan motorik halus anak. Anjurkanlah hal-hal berikut ini:
(1) Mainan bongkar pasang, seperti satu set Lego.
(2) Menggambar
(3) Permainan komputer
(4) Menggambar bagian-bagian tubuh.
(5) ”Membaca catatan” saat ada pendidikan kesehatan untuk pasien.
c. Perbolehkan anak untuk berpartisipasi dalam pengobatan.
3. Berikan intervensi kognitif
a. Bantu mengembangkan cara berpikir rasional (berikan penjelasan) ilmiah, rasional, dan peraturan) dan bantu membuat keputusan.
b. Bantu anak menguasai konsep konservasi, konstan dan reversibilitas, kalsifikasi, dan kategorisasi.
(1) Biarkan anak untuk mencatat asupan dan pengeluaran urine serta tanda-tanda vital.
(2) Anjurkan anak untuk mengatakan kepada perawat kapan prosedur harus dilakukan.
(3) Bantu anak membuat buku catatan kecil.
(4) Gunakan konsep, seperti kartu atau papan permainan, dalam penyuluhan atau permainan.
(5) Motivasi anak untuk mengerjakan tugas sekolah.
c. Berikan waktu untuk, dan dorong anak, mengungkapkan secara verbal (bicarakan waktunya).
4. Berikan intervensi psikososial dan emosional.
a. Berikan kesempatan untuk menyalurkan tekanan.
(1) Anjurkan interaksi dengan teman sebaya, penyuluhan kelompok, dan batasi lingkungan.
(2) Hindari ruangan yang digabung dengan usia lain.
b. Tingkatkan pencapaian kemampuan.
(1) Berikan pujian terhadap cara bermain yang kooperatif.
(2) Beri anak tugas yang dapat diselesaikan.
(3) Libatkan anak dalam perawatan.

DAFTAR PUSTAKA

Muscari. Mary E, Keperawatan Pediatrik edisi 3 EGC. 2005

May 31, 2010 - Posted by | Sport Science

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: