Zhernia's_niar

Just another WordPress.com weblog

makalak etika

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Outbound training merupakan salah satu materi kegiatan pelatihan di luar ruangan atau di alam terbuka (outdoor) yang menyenangkan dan penuh tantangan. Bentuk kegiatannya berupa simulasi kehidupan melalui permainan-permainan (games) yang kreatif, rekreatif, dan edukatif, baik secara individual maupun kelompok, dengan tujuan untuk pengembangan diri (personal development) maupun kelompok (team development). Melalui pelatihan outbound, diharapkan lahir “pribadi-pribadi baru” yang penuh motivasi, berani, percaya diri, berfikir kreatif, memiliki rasa kebersamaan, tanggung jawab, kooperatif, rasa saling percaya, dan lain-lain. Dipadu dengan kegiatan di dalam ruangan (indoor training – classical) dan didukung oleh trainer yang berpengalaman (baik di dalam dan luar negeri), diharapkan pelatihan SDM yang kami selenggarakan akan bernilai lebih, dalam pengembangan kepribadian peserta ke arah positif.
Outbound training juga mempunyai etika pelayanan yang cukup baik pelayanan jasa yang memiliki etika dan norma-norma yang berlaku. Etika atau etis yang merupakan keharmonisan, atau kemampuan berpikir untuk menelaah etika, sopan baik maupun tidak yang terkait dalam suatu tindakan, sedangkan etika profesi itu sendiri adalah menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis, 1994: 6-7), etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Selain itu outbound juga tengah tengah menjadi tren dan fenomena yang kian banyak diminati di kota Batu. Berbagai organisasi, lembaga, dan perusahaan, ramai-ramai menyelenggarakan kegiatan outbound sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dan performa anggota atau pegawainya. Bahkan, untuk perusahaan yang sudah mapan dan sehat, biasanya setiap tahun sudah menganggarkan dana untuk kegiatan “keluar bersama” untuk menyegarkan pikiran, yang biasanya diadakan dalam bentuk tamasya atau rekreasi bersama ke objek wisata tertentu. Dan, belakangan seiring dengan tren outbound training, program rekreasi itu banyak yang di kemas dengan outbound, sebagai bentuk rekreasi edukatif yang dinilai lebih banyak memberi manfaat. Selain membuat fresh, di dalam kegiatan outbound juga mengandung banyak filosofi dan esensi materi yang mampu menggugah semangat (motivasi-inspiratif-prestatif).

Berdasarkan uraian latar belakang diatas penulis ingin membahas tentang etika pelayanan outbound yang berada di kota batu.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah “Bagaimana etika layanan outbound dikota Batu”?

1.3 Manfaat pemecahan masalah

1. Instruktur/fasilitator : untuk bahan panduan dalam memberiakan instruksi dalam permainan outbound dikota Batu sehingga memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada pengunjung.

2. Pengunjung: dapat digunakan untuk media pembelajaran atau tambahan ilmu pengetahuan sekaligus referensi dalam memilih outbound yang sesuai.

1.4 Tujuan pemecahan masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat disimpulkan tujuan pemecahan masalahnya adalah “Untuk mengetahui etika layanan ounbound di kota Batu”

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Olahraga Outboud

Outboud mulai dikenal sebagai metode pelatihan untuk pengembangan diri (personal development) dan tim (team development) melalui kegiatan di alam tahun 1821, pendidikan melalui kegiatan di alam terbuka ini mulai dilakukan dengan berdirinya Round Hill School. Pada tahun 1941, di Inggris, kegiatan outbound pertama kali di dunia ini dibangun oleh seorang tokoh pendidikan berkebangsaan Jerman bernama Dr.Kurt Hahn.

Kisanya, pada tahun 1933, Dr. Kurt Hahn melarikan diri ke Inggris karena berbeda pandangan politik dengan Hitler. Dengan bantuan Lawrence Holt, seorang pengusaha kapal niaga, ia mendirikan lembaga pendidikan outbound tersebut. Hahn memakai nama Outward Bound saat mendirikan sekolahan yang terletak di Aberdovey, Wales, pada tahun 1941, yang bertujuan untuk melatih fisik dan terutama mental para pelaut muda, terutama guna menghadapi ganasnya pelayaran di lautan Atlantik pada saat berkecamuknya Perang Dunia II.

Pelatihan ini memakai kegiatan mountaineering (mendaki gunung)dan petualangan laut sebagai medianya. Kurt Hahn sendiri beranggapan bahwa kegiatan berpetualang, melainkan sebagai wahana berlatih anak-anak muda menuju kedewasaan.

Mengingatkan media, metode, dan pendekatan yang dipergunakan di Outward Bound, banyak ahli pendidikan yang mengklasifikasikan bentuk pelatihan ini sebagai adventure education atau experiental learning. Metode pelatihan ini kemudian berkembang dan mulai ditiru di banyak tempat, bahkan sampai akhirnya diperkenalkan di luar Inggris. Setidaknya, setelah era Perang Dunia II, lembaga serupa dibangun di berbagai daerah di Inggris, Eropa, afrika, Asia, dan Australia.

Di Indonesia, walau bukan berarti bahwa metode ini diketahui baru masuk pada tahun 1990 dengan nama outward Bound Indonesia. Saat ini, banyak lembaga pendidikan seperti ini didirikan dengan berbagai level profesionalisme dan kelengkapan program serta peralatan.

Di kota batu sendiri tidak diketahui dengan pasti karena selama ini olahraga outbound muncul sebagai bentuk tuntutan dari penggemar outbound yang menginginkan adanya olahraga ini mengingat minimnya olahraga outbound di kota wisata tersebut pada beberapa tahun ke belakang. Olahraga ini juga cenderung mengikuti trend yang ada, sehingga olahraga ini tidak serta merta muncul sekaligus, namun satu persatu menyesuaikan kondisi alam wisata kota batu dan permintaan masyarakat.

2.2 Pengertian Etika Layanan

etika dalam pelayanan maksudnya adalah landasan-landasan etis yang dijadikan landasan bagi aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan public.

Etika layanan merupakan sikap yang berupa kemampuan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka memberikan kenyamanan, keamanan dan kepuasan terhadap masyarakat. Dengan kondisi masyarakat semakin kritis, fasitator dituntut mengubah posisi dan peran (revitalisasi) dalam memberikan pelayanan. Dalam kondisi masyarakat seperti digambarkan tersebut, penyedia fasilitas outboud harus dapat memberikan layanan yang lebih professional, efektif, efisien, responsive, adaftif dan sekaligus berkualitas (Effendi, 1986: 213).

Selanjutnya etika layanan yang professional dan berkualiatas akan dapat terbentuk seirng dengan berjalannya waktu dan atas saran dari masyarakat dan keinginan dari pihak fasiltator untuk dapat lebih memberikan yang terbaik.

2.3 Ciri-ciri Olahraga Outboud di Batu

Beberapa ciri yang umumnya dapat ditemukan pada olahraga outbound adalah adanya permainan kelompok, Kerja kelompok, Petualangan individual, ceramah dan diskusi.

1. Permainan kelompok (bersifat fun game dan middle game)

2. Kerja kelompok

3. Petualangan individual( menambah kebranian seperti flying fox)

4. Ceramah (kegiatan outbound dimalam hari)

5. Diskusi ( untuk memecahkan masalah yang ada)

2.4 Etika layanan outbound di kota Batu

Layanan outbound yang berada di kota Batu cukup baik dari segi sarana prasarana maupun fasilitas yang ada, pemberian layanan yang maksimal ramah terhadap pengunjung, memiliki instruktur yang pengetahuan yang cukup tentang prinsip manajemen modern, organisasi modern, budaya organisasi, kepemimpinan dan dinamika kelompok.

Selain itu pelayanan dalam menjalankan kegiatan outbound secara kronologi yang berawal dari doa bersama untuk memohon keselamatan, peregangan otot, permainan pemecah kebekuan, membangun tim, Perenungan/refleksi dan penutupan.kemudian pelayanan yang diberikan juga terperinci dari fasilitas yang dijelaskan sampai daftar harga yang di cantumkan.

BABIII

PROGRAM PEMECAHAN

3.1 Peningkatan sarana dan prasarana outbound di Batu

Outbound di Batu pelayanannya sudah cukup baik akan tetapi masih ada yang perlu untuk di tingkatkan seperti sarana dan prasarana yang ada,maupun dari segi pemasaran ke daerah-daerah yang lain maupun di luar kota batu.

3.2 Peningkatan kwalitas instruktur

Seorang instruktur dituntut untuk memiliki kompeten dalam bidang ilmu manajemen, ilmu psikologi dan dinamika kelompok, Memahami rancangan permainan untuk mengungkap prilaku manajemen, Memiliki kemampuan observasi dan kemampuan komunikasi yang baik, Menarik dan berwibawa (pendidikan yang memadai, kepribadian yang menarik dan memiliki sense of humor yang baik), Menguasai masalah teknis pelatihan termasuk masalah safety.

3.3 peningkatan pengetahuan pengunjung

Para pengunjung sebelum melakukan kegiatan disyaratkan untuk membaca jenis-jenis outbound yang sesuai dengan usia, jenis kelamin kondisi kesehatan dan budget. Informasi ini dapat diberikan secara Cuma-Cuma oleh fasilitator, brosur maupun instruksi singkat dari instruktur.

3.4 etika layanan

Memberikan layanan yang terbaik buat para pengunjung, memfasilitasi, dan memberikan pelatihan yang maksimal yang dapat menciptakan aspek-aspek layanan yang meliputi kenyamanan, kebebasan dalam berkreasi dan kepuasan tersendiri bagi para pengunjung.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Outbound merupakan Outbound training merupakan salah satu materi kegiatan pelatihan di luar ruangan atau di alam terbuka (outdoor) yang menyenangkan dan penuh tantangan. Bentuk kegiatannya berupa simulasi kehidupan melalui permainan-permainan (games) yang kreatif, rekreatif, dan edukatif, baik secara individual maupun kelompok, dengan tujuan untuk pengembangan diri (personal development) maupun kelompok (team development) yang berada di kota Batu. Selain itu juga dapat memberikan pelayanan yang cukup memuaskan bagi pengunjung dan masyarakat lainnya dan memberikan fasilitas dan sarana prasarana yang baik, dan juga memberikan instruktur yang berpengalaman.

4.2. Saran

Berdasarkan penjelasan diatas penulis menyarankan untuk meningkatkan palyanan outbound tersebut agar tidak monoton. Dan penulis juga menyadari makalah ini masih banyak kekurangn sehingga penulis juga menerima saran dari para pembaca guna untuk membangun penulisan makalah yang selanjutnya.

DAFTAR RUJUKAN

http://www.wisatamalang.com/outbound/outbound-training.html

http://outboundmalang.com/?tag=outbound-di-batu

http://trainingoutbound.com/article/sejarah-outbound

http://trainingoutbound.com/article/manfaat-outbound

http://windy05.blogspot.com/2008/05/etika-profesi-dan-tujuannya.html

hril, 1986. Pelayanan dun Jasa -Jam Publik, LP3ES, Jakarta.

May 27, 2010 - Posted by | Kuliah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: