Zhernia's_niar

Just another WordPress.com weblog

KINESIOLOGI

Kinesiologi berasal dari kata kines dan logos, kines adalah gerak sedangkan logos berati ilmu, jadi kinesiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak, khususnya gerak pada manusia, ilmu ini dapat diaplikasikan terhadap prinsip-prinsip mekanik dalam gerak manusia yang disebut biomekanika atau biomekanik kinesiology sedangkan aplikasi anatomi dalam gerak manusia disebut anatomi kinesiology.

Tujuan Kinesiologi adalah efektif, efisien, dan terhindar dari cidera dalam bergerak.

Ruang Lingkup

  1. Tulang
  2. Persendian
  3. Otot

Tulang

Osifikasi adalah sebuah proses pembentukan tulang

Jenis osifikasi

  • Osifikasi endokondral: pembentukan tulang dari tulang rawan
  • Osifikasi intramembranosus: pembentukan tulang dari mesenkim, seperti tulang pipih pada tengkorak
  • Osifikasi heterotopik: pembentukan tulang di luar jaringan lunak.

Osifikasi atau yang disebut dengan proses pembentukan tulang telah bermula sejak umur embrio 6-7 minggu dan berlangsung sampai dewasa. Osifikasi dimulai dari sel-sel mesenkim memasuki daerah osifikasi, bila daerah tersebut banyak mengandung pembuluh darah akan membentuk osteoblas, bila tidak mengandung pembuluh darah akan membentuk kondroblas.

Osteoblas adalah sel penyusun tulang

Kondroblas adalah sel yang yang berasal dari stem sel mesenkim dan kemudian membentuk kondrosit yang akhirnya kita kenal dengan sel rawan.

Jika tulang kita tidak mengandung zat kapur maka tulang kita tidak sekeras saat ini. Tapi terlalu banyak zat kapur pun tidak terlalu baik bagi tulang.

Bentuk Tulang

Menurut bentuknya tulang terbagi 3 macam, yaitu:

1. Tulang pipa

Bentuknya bulat, panjang dan tengahnya berongga. Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah

Contohnya :

– tulang paha

– tulang lengan atas

– tulang jari tangan

2. Tulang pipih

Bentuknya pipih ( gepeng ). Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih .

Contohnya:

– tulang belikat

– tulang dada

– tulang rusuk

3. Tulang pendek

Bentuknya pendek dan bulat. Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih

Contohnya:

– ruas-ruas tulang belakang

– tulang pergelangan tangan

– tulang pergelangan kaki

Persendian

Sendi merupakan hubungan antar tulang sehingga tulang dapat digerakkan atau semua persambungan tulang, baik yang memungkinkan tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain maupun tidak. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi).

Beberapa komponen penunjang sendi:

  • Kapsula sendi adalah lapisan berserabut yang melapisi sendi. Di bagian dalamnya terdapat rongga.
  • Ligamen (ligamentum) adalah jaringan pengikat yang mengikat luar ujung tulang yang saling membentuk persendian. Ligamentum juga berfungsi mencegah dislokasi.
  • Tulang rawan hialin (kartilago hialin) adalah jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang. Berguna untuk menjaga benturan.
  • Cairan sinovial adalah cairan pelumas pada kapsula sendi.

Macam-macam persendian

Ada berbagai macam tipe persendian:

Sinartrosis

Sinartrtosis adalah persendian yang tidak memperbolehkan pergerakan atau sendi yang tidak dapat bergerak sama sekali. Dapat dibedakan menjadi dua:

  • Sinartrosis sinfibrosis: sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contoh: persendian tulang tengkorak
  • Sinartrosis sinkondrosis: sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh: hubungan antarsegmen pada tulang belakang.

Amfiartosis

persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan

  • Sindesmosis: Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Sambungan antara tulang yang salah satunya tidak bergerak.

Contoh: persendian antara fibula dan tibia, persendian antara radius dan ulna.

  • Simfisis: Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperi cakram. Contoh: hubungan antara ruas-ruas tulang belakang, hubungan antara ruas-ruas coste.

Diartrosis

Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan atau pergerakannya lebih luas. Persendian ini disebut juga persendian sinovial. Dapat dikelempokkan menjadi:

  • Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah.

Contoh: hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat, persendian antara gelang bahu dengan tulang lengan atas dan persendian antara gelang panggul dengan tulang paha.

  • Sendi pelana: persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah.

Contoh: hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan,

  • Sendi putar: persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi).
  • Contoh: –hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang I (atlas), persendian antara hasta dengan tulang pengumpil.
  • Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar.

Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.

  • Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah.

Contoh: sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta.

  • Sendi Kondiloid: gerakan di sekeliling dua sumbu, yang berputar adalah mangkoknya. Contoh: persendian antara carpea dengan radius yang beergarak secara fleksi-ekstensi dan aduksi- abduksi.

Gerak karena persendian

Fleksi dan Ekstensi : bengkok (fleksi) meluruskan (ekstensi)

hiperekstensi : melebihi anatomi tubuh

Adduksi dan abduksi : menjauh (adduksi) dan mendekat(abduksi)

Elevasi dan depresi : menutup (elevasi), membuka (depresi)

Supinasi dan pronasi: menengadah (supi) dan menutup (pro)

March 31, 2010 - Posted by | Kuliah |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: